Selasa, 02 Oktober 2012

Fanfiction : Gimme a Time Machine (III) ~ End

Diposting oleh Viriza Rara di 14.35
Reaksi: 


Gimme a Time Machine

author : Blue
genre : Sad, romance, half songfict
length : 3 chapter, end..


Chapter three : This is the story how my life was ended



Pohon maple itu semakin terlihat rapuh dimakan usia. Batangnya tak lagi kokoh dan mulai mengelupas. Daunnya hanya tinggal beberapa bahkan hampir tidak terlihat. Tapi namja brunette itu masih setia berteduh di bawahnya.

“Uhh.. Taemin.. cepatlah datang.. aku punya kabar gembira untukmu..”

Tik. Tik. Tik.

Waktu yang berlalu, angin yang behembus, atau pun degup yang bernyanyi tetaplah sama. Tapi mengapa ia merasa segalanya berjalan sangat lambat? Apa karena batinnya yang tersiksa rindu?

“Taemin.. datanglah. Katakanlah padaku bahwa saat itu kau menungguku di sini karena kau merasa hati kita tersambung.. aku pun merasakannya, Tae.. dan sekarang, izinkan aku mencoba untuk mempercayaimu. Datanglah dan aku akan mengatakan padamu bahwa aku mencintaimu..”

Syuush..

Hanya angin berhembus yang melambaikan helai rambut brunettenya. Hanya suara jerit kesepian yang melolong pada setiap sudut hatinya.

“Apa kau tahu? Semumur hidupku, tangisku hanya untukmu. Pertama kali aku tahu rasanya menangis adalah saat aku tahu aku mencintaimu dengan cara yang salah. Dan sekarang adalah untuk yang kedua kalinya aku merasakan pedihnya tangis. Karena kebodohanku.”

Hampa dilanda rindu.. tak akan terobati jika tidak bertemu.Bukankah itu amat menyiksa?

“Ah.. mungkin kau tidak akan datang karena aku telah melukaimu teramat dalam. Jadi, ku putuskan aku yang akan datang padamu. Tunggu aku, Taemin!”


11:58 PM @ University of Oklahoma, America

Ia memandang langit malam yang berhias bintang dengan tatapan datar. Dinginnya udara yang berhembus tidak mengusik apa yang ia lakukan saat ini ; duduk di tepi puncak gedung universitas.

Beku.
Hatinya beku, tak mampu merasakan apa pun.

Pedih.
Luka yang tergores telah membusuk di dalamnya.

Perih.
Bekas sayatan pilu yang membentang sudah tak terasa lagi.

Mati.
Seolah tak bisa merasakan emosi apa pun dalam dirinya.
Bagai jiwa yang masih enggan meninggalkan raganya, ia hanya bisa diam tanpa melakukan apa pun.

Waktu yang hampir mendekati tengah malam. Itulah yang membuatnya tetap duduk berdiam diri di sana. Karena saat hari berganti esok nanti, ia akan melakukan pertunjukan yang sangat ditunggunya selama ini.

.
If I'm able to meet you passing through time and space
Even if it's heading to
The same conclusion, I'm sure
There won't be any regrets remaining
.

11:59:50 PM

Ia bangkit untuk berdiri. Menarik nafas dalam, lalu melangkah maju lebih menepi. Melihat ke bawah gedung, memastikan bahwa tidak akan ada seorang pun yang melihatnya melakukan pertunjukkan.

“Taemin..?”

Tep.

Niatnya ia batalkan sementara. Ia membalikkan badan dan menemukan sosok namja brunette yang sungguh asing baginya.

“Siapa?”

Sosok itu melangkah maju mendekati Taemin. Maniknya menatap lurus dan... mendalam padanya.

Sret.

Bayangan masa lalunya kembali terputar di benaknya. Saat ia melihat mata itu.. entah kenapa ada sesuatu yang bergolak di hatinya.

“Kau.. Jinki?”

Sosok dalam balutan pakaian berwarana putih itu mengangguk.

“Kau.. datang menemuiku?”

Sekali lagi, sosok itu mengangguk. Taemin berhambur memeluknya erat. Air matanya tak terbendung lagi dan kini ia menangis di pelukan namja itu.

“Bahkan kau datang dengan memakai warna itu.. kau memang masih mengingat apa yang kusuka..”

Sosok itu menghapus air mata yang mengalir di pipi tirus Taemin. Lalu mengangkat dagunya agar mereka bisa bertatapan satu sama lain.

“Terima kasih..” Taemin berbisik dengan selingan isakan kecil.

“Kau mau melakukannya?”

Taemin mengangguk.

“Ayo. Aku pun tidak sabar menunggumu untuk segera datang padaku,” sosok itu menarik Taemin ke tepi, lalu perlahan mendekatkan wajahnya pada Taemin, dan menyapu bibir Taemin dengan bibir tebalnya.

12:00 AM

“Selamat ulang tahun”

Dengan satu gerakan berikutnya, tubuh mereka berdua sudah tidak menapak. Dan sebelum terhempas ke tanah dengan keras, sosok namja yang lebih besar melebur menjadi angin.


Itsumoyori sukoshi hiroi heya tada hitori it's over, guess it's over
Futari de tsukuri age ta Story mo munashi ku
Konnani kantan ni kuzure teshimaunante

One mistake, got a one regret
"Daremo kanpeki janai" tte
Sou iiki ka setemitemo
Naniwo shitemo kizu ha iyase nakute

Ima Time Machine ni norikonde
Anatani ai ni iku, kotoga dekita nara
Mou nanimo negawa nai
Hakana ku te tohi kioku ninaru mae ni...
I need a time machine oh
I need a time machine oh

Hitori de sugo su jikan ha ososu gite
Ayamachi no batsuha amarinimo omoku
Anataga saigo ni nokoshita words
Ima demozutto rifurein toma ranai
Mada mune ga itamu

Just one mistake, just one regret
Wagamamamo ima ha itoshi kute

Ima Time Machine ni norikonde
Anatani ai ni iku, kotoga dekita nara
Mou nanimo negawa nai
Hakana ku te tohi kioku ninaru mae ni...
I need a time machine

Jikuu tobi koe te anatani ae tara.. tatoe onnaji
Ketsumatsu mukae tatoshitemokitto
Kui ha nokora nai hazu dakara

Ima time machine.. ni nori konde
Anata ni ai ni iku.. koto ga dekita nara
Mou na ni mo.. nega wa nai
Hakana ku te tohi kioku ninaru mae ni...
Futari omoide wasurenai teshimau mae ni..
Gimme a time machine..
Ohh.. gimme a time machine..
Oh.. gimme a time machine..


Kisah di dalam sebuah lagu yang akan terus mewujud menjadi nyata dalam suatu belahan dunia saat lagu itu terdengar..



Kenyataan di balik cerita : Jinki mengalami kecelakaan dan tenggelam di lautan saat dalam perjalanan menuju amerika.


END

Hayo.. pada tahu ga, moral value yang terkandung di dalamnya? #enggaak..

Saya buat cerita ini berdasarkan satu kalimat pepatah sederhana :

“Janganlah engkau berdusta, maka hidupmu akan abadi dalam kedamaian”



Wassalam,

Blue

0 komentar:

Posting Komentar

[ Vistory ]

Halaman

Pages

Cari Blog Ini

Jumlah Pengunjung

 

SAN3R Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting